Tampilkan postingan dengan label DLSR. Tampilkan semua postingan

Memahami Konsep ISO

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  • Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  • Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
pengertian-ISO-fotografi
Secara garis besar:
  • Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
  • Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
  • Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.
Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

Memahami Stop Dan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Dalam fotografi, kata “stop” sering sekali kita dengar dan baca. Bukan, bukan stop yang itu, bukan stop yang artinya berhenti. Stop disini adalah istilah dalam fotografi. Contoh penggunaanya mungkin seperti ini: “Karena fotonya terlihat over, saya turunkan satu stop”, nah seperti itu.
Kalau sampai detik ini, kata stop dalam fotografi masih membuat anda bingung, silahkan simak penjelasan singkat ini.
Stop

Definisi Stop

Stop dalam fotografi kurang lebih memiliki arti mengubah jumlah cahaya yang diterima sensor/film sehingga mempengaruhi exposure foto. Tambah satu stop berarti lebih terang 2 kali, tambah 2 stop berarti lebih terang 4 kali. Kurangi satu stop berarti lebih gelap setengah kali. Satu stop berarti mengubah jumlah cahaya sebanyak kelipatan 2.
Sebagaimana anda ketahui, jumlah cahaya yang diterima sensor kita namai exposure. Dan naik satu stop berarti meningkatkan exposure sebanyak 2 kali. Aksi menaikkan atau mengurangi exposure bisa dilakukan dengan mengubah salah satu atau gabungan tiga elemen yang menyusun segitiga exposure: shutter speed, aperture dan ISO. (lebih jauh diterangkan dalam artikel ini: Memahami Konsep Exposure).
Agak abstrak ya? oke satu perumpaan agar jelas. Katakanlah dikamar anda ada 4 lampu 100 watt dan keempatnya menyala. Karena stop adalah perubahan gelap terang, maka turun satu stop artinya anda mematikan dua lampu sehingga hanya dua lampu yang menyala. Sementara naik satu stop berarti anda harus membawa 4 lampu lagi dengan watt yang sama. Dalam kasus ini, kamar adalah sensor di kamera digital semantara cahaya lampu adalah exposure-nya.

Stop dan Shutter Speed

shutter speed mengukur berapa lama sensor menerima cahaya. Semakin lama shutter speed berarti semakin banyak cahaya yang diterima sensor yang artinya menaikkan exposure. Dalam shutter speed, satu stop penuh mudah diingat karena merupakan hasil pembagian bilangan dua (dengan pembulatan): 1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Pindah satu stop berarti lompat sekali, misal dari 1/30 ke 1/125. Pindah 2 stop berarti lompat dua kali. Bingung dengan shutter speed, pahami konsepnya lebih jelas disini.

Stop dan ISO

Juga mudah dalam ISO, tinggal kali 2 berarti anda naik satu stop. ISO 100 ke ISO 200 berati satu stop, 200 ke 400 dan seterusnya. Kalau ditanya ada berapa stop dari ISO 100 ke 1600? nah pintar, ada 4 stop. Pahami konsep ISO disini.

Stop dan Aperture

Agak lebih susah dalam aperture karena bilangannya melomcat-loncat: f/1, f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16 dst. Pahami lagi konsep Aperture disini.

Apa Hubungan Stop Dengan Ketiganya?

Katakanlah anda menggunakan setting awal kamera seperti ini: 1/125, f/8 dan ISO 100. Karena hasil fotonya under exposure (gelap) anda naik satu stop yang artinya bisa tiga hal: 1/60, f/8, ISO 100 (hanya shutter yang berubah). Atau 1/125, f/5.6 ISO 100 (hanya aperture yang berubah). Atau 1/125, f/8 ISO 200 (hanya ISO yang berubah). Semua perubahan bernilai satu stop.

Cara Setting Kamera DSLR Agar Hasil Tajam

Cara Seting Kamera DSLR Agar Hasil TajamCara Setting Kamera DSLR Agar Hasil Tajam. Mempunyai kamera DSLR sudah tentu bisa menghasilkan gambar-gambar yang bagus serta tajam. Banyak para fotografer pro yang menghasilkn kamera tajam, bersih, dan terlihat nyata dengan sangat mudah.

Tetapi masalahnya banyak para fotografer pemula masih bingung untuk menghasilkan gambar yang tajam gimana caranya.
Untuk menghasilkan gambar ynag tajam tentu harus mengetahui terlebih dahulu semua kelebihan yang dimiliki kamera dslr anda. Seperti iso dan shutter speed berperan penting dalam hal ini. Guakanlah shutter speed di atas 60, agar hasil tidak mudah blur, sehingga hasil akan tajam.

Dan untuk iso gunakan maksimal 200, seperti 100, 200, adalah iso pilihan terbaik. Tetapi tentu harus bisa menyesuaikan keadaan cahaya tempat anda mengambil objek. Selain itu untuk pengaturan warna atau white balance harus disesuaikan, baik malam, siang, berawan.

Masih banyak lagi pengaturan atau cara setting kamera dslr agar hasil tajam yang bisa anda lakukan, tetapi cukup mengikuti cara dasar di atas sudah bisa untuk menghasilkan gambar yang tajam, selain itu bila anda masih bingung cara penentuan fokus bisa baca: Cara Menentukan Fokus pada Kamera DSLR yang Benar.

Belajar Teknik Panning dalam Fotografi

Belajar Teknik Panning dalam Fotografi
Belajar Teknik Panning dalam Fotografi. Sebelum kita mencoba mempelajari teknik panning dalam fotografi, alangkah baiknya jika mengenal terlebih dahulu mengenal apa yang dimaksud dengan teknik panning dalam fotografi? Foto panning adalah teknik pengambilan suatu objek yang sedang bergerak oleh kamera.

Pergerakan objek ketika di capture oleh kamera ini akan menghasilkan background di sekitar objek menjadi blur atau kabur, sehingga foto yang dihasilkan menggambarkan foto objek yang seolah-olah memang sedang bergerak. 
Teknik foto panning bisa dilakukan pada objek yang sedang bergerak, sehingga kamera harus terus diarahkan mengikuti arah pergerakan objek. Kedengarannya cukup mudah, tetapi banyak orang yang justru menilai bahwa teknik yang satu ini cukup sulit untuk dikuasai.

Oleh karena itu memang dibutuhkan latihan dan terus bereksperimen untuk menguasainya, karena hasil teknik panning dalam fotografi ini akan menghasilkan hasil gambar yang benar-benar sangat eye-catching.
Jadi, bagaimana cara kita mempelajari teknik ini? Berikut akan kami bagikan beberapa tips jitu mengenai cara belajar teknik panning dalam fotografi. 


Belajar Teknik Panning

  1. Oleh karena proses pengambilan gambar objek yang terus bergerak, ini berarti fokus kamera juga mesti terus berubah mengikuti posisi objek. Oleh karena itu, menggunakan autofocus rasanya lebih efektif. Sekarang ini hampir semua kamera digital yang beredar di masyarakat sudah dilengkapi dengan fitur autofocus ini.
  
  • Memakai mode shutter priority atau kecepatan rana dengan kecepatan lambat. Teknik panning akan menjadi lebih mudah jika kita memakai mode ini, sehingga kita hanya tinggal mengatur kecepatan sesuai dengan yang kita inginkan, selebihnya biarkan aperture menyesuaikan secara otomatis mengikuti perubahan posisi objek.
      
  • Ketika kita akan melakukan teknik panning, hal lain yang perlu kita ingat adalah bahwa fokus kamera akan terus berubah dari satu titik ke titik berikutnya secara terus menerus mengikuti posisi objek, oleh karena itu sangat penting untuk tetap menjaga posisi kamera agar tetap selalu sejajar dengan posisi objek. Sebagian orang kerap mengalami kesulitan untuk menjaga posisi ideal ini, karena alasan itulah penggunaan monopod atau tripod dengan ballhead yang dapat diputar sangat cocok untuk teknik ini.

    Tapi bagi anda yang sudah cukup menguasai teknik panning ini, maka tidak perlu lagi memakai bantuan monopod atau tripod.

    Tips agar objek tetap terlihat tajam, maka gerakan lensa harus tenang dan stabil dan arahnya hanya pada sumbu horisontal saja : dari kanan ke kiri atau sebaliknya tanpa diikuti gerakan naik atau turun. Pilih objek yang bergerak dan memiliki background yang cerah dan memiliki warna-warna yang menarik, banyak detail dan memungkinkan fokus terarah pada subjek untuk mendapatkan foto panning yang memiliki background yang menarik.
     
  • Tentu akan terasa sulit ketika kita baru memulai mempelajari teknik panning. Tak jarang, gambar yang kita ambil hanya terekam sebagian atau bahkan terpotong karena pergerakan objek yang terus menerus. 

  • Untuk itu, di awal pembelajaran teknik ini sebaiknya kita berupaya untuk menempatkan objek pada frame yang cukup luas, jangan terlalu ketat, kasih ruangan didepan dan belakang objek sehingga kita cukup leluasa melakukan panning dan subyek-pun utuh tertangkap dalam frame. Kemudian rekam gambar objek dengan tidak terlalu di zoom, hal ini dilakukan supaya objek bisa terekam secara utuh, sedangkan untuk pengaturan hasilnya nanti kita bisa melakukan croping pada saat pengaturan komposisi.

    Setelah membaca belajar teknik panning dalam fotografi di atas saatnya anda keluar dan cari objek sebanyak mungkin, maka hasil teknik panning anda akan semakin bagus dan bisa bersaing dengan hasil foto-foto para profesional

    Cara Menentukan Fokus pada Kamera DSLR yang Benar

    Cara Menentukan Fokus pada Kamera DSLR yang Benar. Fokus adalah salah satu elemen penting dalam fotografi. Seberapa tepat penggunakan fokus akan menentukan hasil dari objek yang anda foto. Tidak jarang kita mendapatkan gambar yang blur, tidak jelas atau kurang tajam. Bukan perkara yang mudah untuk menguasai fokus pada kamera. 

    Diperlukan keahlian yang mumpuni, karena kesalahan dalam menentukan fokus kamera akan membuat kualitas gambar yang dihasilkan jadi kurang bagus. Tentunya anda tidak ingin hasil foto anda mengalami hal itu bukan?

    Untungnya di era digital ini mengatur fokus pada kamera digital bukanlah perkara yang terlalu sulit. Sebelum ditemukannya teknologi Auto Focus (AF) mencari titik fokus tidak semudah sekarang. Fotografer harus mencari fokusnya sendiri dengan cara memutar ring fokus pada lensa dan melihatnya dari viewfinder lalu menentukan hasil yang paling tajam menurut pengamatannya sendiri. 

    Terdengar cukup rumit bukan? Seperti yang penulis bilang di atas tadi, satu kesalahan dapat membuat hasil foto kurang bagus. Kemudian zaman berkembang dan ditemukanlah teknologi Auto Focus yang memudahkan fotografer untuk mengambil dan mendapatkan gambar tanpa harus mengatur sendiri titik fokusnya. 

    Dengan teknologi ini, kamera akan secara otomatis menggerakkan elemen lensa untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik dan dalam waktu yang cukup singkat. Caranya pun cukup mudah, anda tinggal menekan shutter setengah lalu biarkan kamera bekerja mencari fokus serta menguncinya. Setelah itu akan terdegar bunyi “beep” sebagai tanda fokus telah terkunci dan anda pun siap mengambil gambar. 

    Semua proses itu terjadi dalam waktu yang singkat, hanya sepersekian detik. Kecepatannya pun berbeda pada tiap kamera. Semakin canggih kamera akan semakin singkat waktu yang diperlukan untuk menemukan fokus.

    Namun apakah benar teknologi Auto Fokus ini adalah cara terbaik menghasilkan foto berkualitas? Atau kah mencari fokus secara manual lebih baik dari Auto Fokus? Untuk membahasnya secara lebih detil, mari sedikit simak beberapa mode fokus yang ditawarkan pada kamera DSLR.  



    Cara Menentukan Fokus Kamera DSLR

    1. One Shot AF/Single Area AF (AF-S)
    Pada Canon anda akan menemukan One Shot AF sedangkan pada Nikon anda akan menemukan Single Area AF. Dari nama yang tertera pada mode ini nampaknya cukup jelas bahwa mode AF ini bahwa nantinya kita akan memilih satu titik fokus lalu kamera akan mencari kontras pada titik tersebut. 

    Saat kita memencet tombol shutter setengah, kamera akan mengeluarkan bunyi “beep” dan mengunci fokusnya di titik tersebut. Ketika objek berpindah dan kita tetep pencet shutter setengah, fokus tidak akan berpindah secara otomatis. 
    Bukaan yang besar biasanya dikombinasikan dengan mode ini. Akan sangat tepat menggunakan mode Auto Fokus ini untuk mengambil gambar objek diam atau tidak bergerak cepat seperti makanan, landscape, atau sekedar kondisi sehari-hari. Dalam mode ini pula, kita tidak dapat memencet shutter secara penuh sebelum kamera menguci fokus.

    2. AI Servo AF/Continuous AF (AF-C)
    Pada canon anda akan menemukan mode ini dengan nama AI Servo AF, sedangkan pada nikon anda akan menemukannya dengan nama Continuous AF atau AF-C. Mode ini tentu saja berbeda dari mode sebelumnya. 

    AI Servo atau AF-C ini dirancang untuk mengambil foto objek yang bergerak seperti orang yang sedang berlari, mobil di jalanan atau hewan liar yang bergerak. Mode fokus ini dirancang untuk melacak gerakan objek yang akan difoto dan mengantisipasi arah gerakannya. Sehingga walaupun objek bergerak, gambar yang dihasilkan akan tetap tajam karena titik fokus akan terus memprediksi posisi objek. 

    Saat objek foto bergerak cepat dan kamera dapat fokus dengan tepat, maka akan dihasilkan foto dengan latar belakang yang kabut terarah atau membentuk “motion blur”. Pada mode ini, semakin canggih kameranya makan akan semakin akurat trackingnya.

    3. AI Focus/Automatic AF (AF-A)
    Anda akan menemukannya dengan nama AI Focus pada Canon dan AF-A pada Nikon. Mode fokus ini merupakan fokus campuran yang menggabungkan kedua fokus di atas. Pada mode ini kamera akan menentukan fokus apa yang digunakan pada sebuah objek. 

    Penentuannya berdasarkan pergerakan objek yang tertangkap pada sensor. Kamera akan mengganti fokus dari single ke continuous atau sebaliknya secara otomatis sesuai dengan kondisi objek yang akan di foto. 

    Mode ini sangat cocok untuk memotret dalam kondisi yang berubah-ubah. Bagi pemula, mode ini bisa sangat membantu karena tidak perlu mengganti-ganti mode fokus. Sayangnya, tidak semua kamera DSLR memiliki mode ini.

    4. Manual Focus/MF
    Mode ini disediakan bagi para fotografer yang ingin menentukan fokusnya sendiri menggunakan focusing ring pada lensa. Mode ini memerlukan perpaduan tangan yang menentukan fokus dan mata yang melihatnya. Anda juga dapat memanfaatkan konfirmasi pada kamera untuk membantu anda menguasai mode ini. 

    Auto Focus kadang melakukan kesalahan focus, dan pada saat itu terjadi adalah saat yang tepat menggunakan mode fokus manual ini. Karena biar bagaimanapun mata anda jauh lebih baik daripada lensa. Walaupun memang memerlukan latihan yang mungkin cukup lama, namun mode manual ini akan sangat berguna pada saat-saat tertentu.

    Setiap mode fokus pada kamera berguna pada saat-saat tertentu. Masing-masing tentunya memiliki kelebihan pada tiap keadaan yang berbeda. Semuanya tinggal bagaimana anda mengatur dan mengontrol penuh kamera anda untuk mendapatkan hasil gambar terbaik. Yang perlu diingat adalah jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru.

    Lensa yang Bagus untuk Foto Konser Musik pada Malam Hari

    Lensa yang Bagus untuk Foto Konser Musik pada Malam Hari. Setiap lensa pada dasarnya sama saja, tetapi ada beberapa lensa yang dikhususkan untuk mengambil momen. Seperti lensa 50mm fix mempunyai.

    Konser sering dilaksanakan pda malam hari, tentu harus bisa-bisa kita dalam mengambil gambat agar dapat mengkondisikan pencahayaan yang cukup.
    Dan saat motret konser hidari sekali penggunaan flash, karena dapat mengganggu talen pada panggung, dan tentunya merusak pencahayaan lampu yang sudah dibuat sebagus mungkin oleh panitia.

    Penggunaan lensa tele F2.8 tentu pilihan terbaik, karena jika mempunyai 

    F besar, maka lebih mudah untuk mendapatkan cahaya yang masuk.  Iso naikin, dan gunakan tripod agar tidak goyang, selain itu lensa fix 55mm, lensa 24-70 f2.8 mak 2 atau 70-200 f2.8 IS USM Mark II, 50mm f/1.8.

    Dan selain itu tentunya lensa standar seperti kit 18.55 mm, dapat digunakan untuk mendapatkan hasil yang bagus. Tinggal kembali kekita bisa menghubungkan antara iso, aperture, dan shutter speed. Trakhir selain lensa yang bagus untuk foto konser musik pada malam hari yaitu posisi harus bisa sesuaikan mana yang akan anda inginkan, karena posisi menentukan pada hasil gambarnya.

    BERBAGAI MACAM TEKNIK FOTOGRAFI

    Bagi agan-agan yg baru suka fotografi dan belum mengetahui macam-macam teknik memfoto, saya akan memberikan info tentang Berbagai Macam Teknik Fotografi... Semoga bermanfaat bagi agan-agan semua

    1. Depth of field (ruang tajam)
    Hal-hal yang mempengaruhi ruang tajam:
    -Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit)
    -Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)
    -Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur)
    ilustrasi konsep depth of field




    Hasil Jepretan






    2. Panning
    -Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto.
    -Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik.
    -Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.
    -Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).

    Hasil Jepretan




    3. Slow & stop action
    -Slow action : salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik
    -Stop action : kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.

    Hasil Jepretan


    4. Zooming
    -Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa.
    -Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
    -Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik.
    -Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)

    Hasil Jepretan




    5. Bulb
    -Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
    -Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.
    -Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod.
    -Misal, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.

    Hasil Jepretan


    TIPS DAN SARAN SEBELUM ANDA MEMBELI KAMERA DSLR

    Hello agan2 and sistter 
                                                                            
    Tips membeli kamera DSLR dan saran untuk pemula 


    Membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) perlu pertimbangan jeli, khususnya untuk pemula yang memiliki budget terbatas. Karena kamera pertama yang dimiliki akan menentukan pilihan asesoris selanjutnya.

    Berikut Ane ulas panduan untuk memilih DSLR yang cocok untuk kebutuhan.




    1. Kebutuhan dan Budget
    Membeli kamera DSLR sesuai dengan kebutuhan adalah hal yang bijak. Jangan memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita tidak membutuhkan fitur tersebut untuk keseharian. Untuk pemula disarankan untuk mencari dengan budget tidak terlalu mahal. Agar kelak jika sudah mahir baru mencari yang lebih handal.

    2. Sensor
    Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.
    Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".
    Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.
    Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

    Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.
    Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D(camera ane Gan)/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.
    Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

    3. Fitur
    Resolusi Megapixel
    Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.
    Sebagai gambaran kamera dengan 4 MP bisa menghasilkan cetakan yang bagus ukuran 10R (seperti ukuran sampul majalah).
    Nah kalau hanya sekedar ingin foto-foto dan share ke dunia maya, Megapixel besar tidak terlalu dibutuhkan.

    4. ISO
    Fitur lainnya pada kamera DSLR yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO untuk memotret di tempat gelap. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.

    5. Speed/Kecepatan  
    Kamera DSLR pemula memiliki kecepatan yang lebih baik daripada kamera saku mahal. Kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya mobil yang sedang melaju atau menonton konser musik.

    6. Image Stabilization/Anti Getar
    Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.

    7. Ukuran dan Model
    Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Namun ada pula beberapa kamera DSLR yang ringan dan bisa dibawa kemana-mana saat bepergian. Bahkan seperti diulas di atas, jenis kamera Four-Thirds nyaman dibawa kemana-mana dengan bentuk kecil.
                                                                                                                                                                     
                                                saran untuk pemula
    1.
    kenali kamera
    Seorang fotografer harus mengenal alat atau kamera yang digunakannya.       Diafragma dan ‘speed’ atau kecepatan adalah dua hal utama yang harus diketahui seorang fotografer. Untuk para pemakai kamera digital, pengenalan program yang terdapat dalam kamera juga tak kalah penting, setelah dapat memahami diafragma dan speed.

    2
    latihan memotret
    Dengan tekun memotret, seorang fotografer bisa menjadi sukses. Banyaknya jam terbang pada seorang fotografer juga dapat melatih kepekaannya terhadap daya rasa dan cipta. Kurangnya ‘trial and error’ dapat menghentikan kreatifitas seorang fotografer.
      
    3
    rajin-rajinlah menonton film bermutu
     Film adalah kumpulan ‘frame’ yang sudah tersusun dan terbentuk dengan rapi. Baik pencahayaan, sudut pandang, komposisi, ‘focusing’, ‘background’, ‘foreground’ semuanya sudah jadi dan tersusun dengan baik. Dengan menonton film kita juga dapat mempelajari seluruh aspek-aspek fotografi tersebut.

    4
    banyak membaca buku tentang fotografi
    Praktik memotret adalah hal yang penting dalam fotografi. Akan tetapi, teknik memoto akan lebih baik lagi, bila kita mau mempelajari teorinya. Hal ini juga sangat berguna untuk menyegarkan kembali ingatan dan kemampuan kita dalam memotret.

    5
    berbagi pengalaman dengan sesama fotografer. Selain menambah ‘link’ dalam pergaulan, berbagi pengalaman sesama fotografer juga dapat menjadi pelajaran untuk mereka. Setiap fotografer memiliki pandangan dan pengalaman yang berbeda, dan ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran.




    Kalo gue sih Pake Canon EOS60 D... Selain tips di atas ane punya 1 lagi

    Sebaik nya Photography itu "Hoby" Jadi ga terlalu ngebuat jebol dompet...
    Kalo udah beli camera Langkah ke 2 Beli Tripod
    Terus Beli SD Card extreme yang 8 Gb . Buat Video :D #CMMIW :p

    SPECIAL TUTORIAL: MEMBUAT FILM DENGAN DSLR

    Buat pecinta videographi menggunakan DSLR mungkin thread ini bisa jadi tempat pertukaran informasi.. berbagi tips dan trik semua tentang DSLR video

    Sekarang ini kamera DSLR yang dulunya biasa dipakai hanya untuk foto sudah dilengkapi dengan fitur video dengan kualitas HD, mulai dari yang entry level sampai yang high level..

    entry level seperti Canon 550D/T2i atau 600D/T3i





    mid level seperti canon 60D dan 7D nikon D90


      


    full frame 5D mark2 dan mark3




    perbedaan sensor dengan full frame (5D) dengan sensor dengan crop faktor seperti (7D,550D,600D,60D,90D)
      
      

      
                                                                                                                                                    

     keunggulan DSLR dibanding camcorder adalah 


    1. sensor DSLR lebih besar sehingga dapat menerima lebih banyak cahaya.



    2. compact body,body nya yang ringan dan mudah dibawa bawa

    3. Lensa, Variasi lensa yang banyak beredar, tinggal pilih sesuai kebutuhan
                                                                                                                                                            

     kekurangannya 

    Audio, DSLR yang ada saat ini hanya mempunyai internal microphone yang jauh dari mencukupi..untuk itu kita bisa menggunakan perangkat audio tambahan..dan menggabungkannya antara video dan audio dalam editing
    beberapa perangkat audio tambahan yang biasanya dipakai







                                                                                                                                                            

     FITUR VIDEO 

    Hal yang harus di perhatin sebelum merekam video, beberapa fitur dalam dan fungsi yang harus di perhatikan.

     1. ISO 
    ISO atau kepekaan sensor, dalam camcoder sering juga di sebut GAIN, untuk kamera foto analog menggunakan film, biasa disebut ASA.
    ISO pada DSLR mulai dari 100 sampai 12800 (bisa lebih untuk kamerea2 terbaru). semakin tinggi iso yang kita pakai semakin peka sensor dalam menerima cahaya, semakin tinggi semakin noise gambar yang kita dapat (bintik2 atau mozaik), untuk pengambilan gambar dengan cahaya yang cukup dan kualitas gambar yang bagus kita cukup memakai iso rendah, hindari memakai iso tinggi, kalau cahaya kurang sebaiknya pakai lampu tambahan



     Tips;  gunakan iso 160,320,640, 1250, 2500 untuk hasil video yang lebih baik. untuk seri 550,600, dan 60D dimana native iso nya gak ada iso tersebut,bisa di hack menggunakan Magic Lantern

     2. SHUTER SPEED 
    Shuter speed atau kecepatan kamera dalam menangkap gambar. mulai dari 30 sampai 4000. dalam fotografi shuter speed bisa di tahan selama kita mau menggunakan fitur BULB,dan 1/8000 untuk foto sport.

    Tips: double your frame rate, bila kita merekam dengan kualitas (1920x1080)25p atau 24p (24,9 tepatnya) gunakan shuter speed 50, atau pada saat merekam dengan (1280x720) 50p gunakan shuter speed 100. untuk hasil yang maksimal, dan efek garis garis pada saat melakukan moving..

     3. APERTEUR 
    Disebut juga IRIS dalam camcoder, atau bukaan lensa f/1.2, f/2.8 f/5.6 dsb.. semakin kecil angkanya artinya semakin besar bukaan lensa, artinya lebih banyak menerima cahaya, untuk keadaan low light gunakan lensa dengan bukaan yang besar seperti f/1.2




    diagram exposure


     4. WHITE BALANCE 
    white balance ini sebenernya proses kalibrasi warna pada kamera, warna yang ada disekitar kita itu dipengaruhi cahaya, gak seperti mata kita yang auto WB nya belum ada tandingannya. proses whitebalance ini tujuannya untuk menyesuaikan warna putih, oleh sebab itu biasanya WB menggunakan kertas putih, tujuannya pada saat kondisi cahaya yang kuning karena sore,atau ada lampu merah yang dominan, warna putih tersebut di baca putih oleh kamera, dalam fitur WB kamera ada beberapa opsi presetnya yang bisa kita pilih..bandingkan warnanya..

      



     Note : gunakan kertas merah atau biru untuk whitebalance, kita menipu kamera..warna merah atau biru dianggap warna putih oleh kamera..silahkan eksperimen untuk mendapatkan variasi warna yang ajaib dari gambar yang kita ambil

      EDITING WORKFLOW FINAL CUT PRO 

    untuk editing menggunakan FCP file dari DSLR dengan codec H.264 gak bisa langsung kita tarik ke dalam TIMELINE sequence editing, agak rewel nih si MAC (buat yang suka editing pake SONY VEGAS atau ADOBE PREMIER di tunggu masukannya). kalau kita langsung tarik langsung muncul garis mereh di bagian atas TIMELINE, yang artinya Minta di render..capek kalo setiap perubahan yang kita buat harus kita render, dan file render kita akan membengkak.

    step by step nya.

    1. setelah kita pindahkan file dari memory ke harddisk komputer, file siap kita conver menggunakan MPEG STREAMCLIP aplikasi ini include didalam paket aplikasi FINAL CUT STUDIO (didalamnya ada sountrack pro,compresor,motion,colors dsb.)

    2. setelah masuk MPEG STREAMCLIP cari file yang mau kita convert, kalau banyak sebaiknya pilih BATCH LIST (Pilih LIST>BATCH LIST) pilih file yang kita mau convert, dan tentukan folder tempat kita menaruh file yang sudah di convert. selebihnya klik OK saja

    3. setelah file di pilih pastikan kita memilih compresionnya  APPLE PRORES 422, untuk FCP ver 6.0 pilih yang paling atas, untuk FCP ver.7.0 ane biasanya pilih nomor dua di bawah HQ, kalau pilih yang paling atas kualitasnya bagus tapi file nya besar.



    4. setelah memilih opsi compresionnya kita masuk setting selanjutnya

    pastikan qualitinya 100% untuk qualitas video yang baik, Untuk FRAME SIZE nya biasanya otomatis menyesuaikan dengan setting video yang kita gunakan untuk mengambil gambar pada DSLR, kemudian pilih FRAME RATE disini agan bisa pilih berapa frame per detiknya dalah hasil convert, sebaiknya di sesuaikan dengan seting kamera, ane biasanya di 25

    5. untuk setting AUDIO biasanya ane gak rubah, biarin aja sesuai opsi yang ada, kalo agan mau ber eksperimen silahkan di share ya hasilnya

    6. Klik GO TO BATCH dan GO, biarkan file di convert. setelah selesai gunakan file yang sudah di convert untuk di import ke PROJECT yang kita kerjakan

    7. SELAMAT EDITING

    Tips: MPEG STREAM CLIP ini juga bisa berguna untuk menyatukan puluhan file foto menjadi video, buat yang ingin ber eksperimen membuat stopmotion atau timelapse. masukan foto2 kedalam batch list, setting file output nya seperti diatas, kita bisa pilih berapa frame per second nya, selamat mencoba



    Berbagai sumber tapi banyak dari kaskus